Nemuriuta Flan

Posts Tagged ‘Socrates

philosophy1Dari saya, kalian tidak akan belajar filsafat. Saya mengajar kalian berfilsafat. Bukan pemikiran-pemikiran untuk ditiru, akan tetapi bagaimana caranya berfikir sendiri” (Imanuel Kant)

Apakah Filsafat itu? Banyak ragam jawaban yang bisa diajukan untuk menjawab pertanyaan ini.

“…filsafat adalah tidak lebih dari suatu usaha untuk…menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan pada kehidupan sehari-hari atau bahkan dalam kebiasaan ilmu pengetahuan. Akan tetapi secara kritis, dalam arti: setelah segala sesuatunya diselidiki problem-problem apa yang dapat ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang demikian itu dan setelah kita menjadi sadar dari segala kekaburan dan kebingungan, yang menjadi dasar bagi pengertian kita sehari-hari…” (Bertrand Russel) Read the rest of this entry »

“. . . Pergolakan arus dunia, pasang-surut ilmu pengetahuan, mungkin pada akhirnya hanyalah sebuah lingkaran literacy yang akan mengurung benak setiap generasi. Lingkaran itu bak gerbang panopticon yang terus menerus mengalpa-ingatkan bahwa semesta bukanlah ‘roti tawar’. Ia mungkin lezat, namun toh tetap merangsang kita untuk senantiasa mengolesnya dengan perihal yang lain.

Sementara, di samping segala stimulus itu, ribuan tahun lamanya sejarah telah menularkan apa yang mesti dikenal sebagai silabus quantum dialektika. Sesuatu yang takkan mudah untuk dipahami. Apalagi untuk diwarisi. Sejenis anak kehidupan yang begitu dekat namun belum jua tersentuh adanya. Sedangkan kita di sini, melanggengkan kesetiaan pada ‘ia’ yang sehadir-lewat, kemanakah kita akan berpaling..? begitu tolol.”

Berabad lamanya manusia menyertai evolusi semesta. Menitiskan usaha pencarian akan kepelikan yang tak kunjung terungkap. Diilhami kesadaran yang menghunjam, nalar yang menghantam, alih-alih rahasia terbungkam, manusia justru hanya bisa menjahit waham: ia telah merangkum segalanya. Read the rest of this entry »