Nemuriuta Flan

Apakah Filsafat Itu..?

Posted by: nemuriuta on: July 25, 2009

philosophy1Dari saya, kalian tidak akan belajar filsafat. Saya mengajar kalian berfilsafat. Bukan pemikiran-pemikiran untuk ditiru, akan tetapi bagaimana caranya berfikir sendiri” (Imanuel Kant)

Apakah Filsafat itu? Banyak ragam jawaban yang bisa diajukan untuk menjawab pertanyaan ini.

“…filsafat adalah tidak lebih dari suatu usaha untuk…menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan pada kehidupan sehari-hari atau bahkan dalam kebiasaan ilmu pengetahuan. Akan tetapi secara kritis, dalam arti: setelah segala sesuatunya diselidiki problem-problem apa yang dapat ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang demikian itu dan setelah kita menjadi sadar dari segala kekaburan dan kebingungan, yang menjadi dasar bagi pengertian kita sehari-hari…” (Bertrand Russel) Read the rest of this entry »

Bagaimana Belajar Filsafat..?

Posted by: nemuriuta on: July 25, 2009

philosophy

Seorang murid mengelub kepada gurunya “bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami. Jawab sang guru, Bagaimana pendapatmu, Nak, Andaikata seseorang menawarkan Buah padamu, apakah ia mengunyahkannya dahulu bagimu? (Anthony de Mello, Burung Berkicau)

FILOSOFISTIK atau pengetahuan megenai filsafat belumlah berarti berfilsafat. Belajar filsafat bukan hendak menjadi “ahli waris” seluruh pemikiran yang telah tertulis. Bukan pengulangan kembali, melainkan pengambilan kembali untuk penciptaaan ulang. Berfilsafat merupakan suatu cara berpikir yang tidak bersumber pada suatu  rangkaian kepercayaan, akan tetapi yang hanya berdasarkan pada pengalaman dan pemikiran dari pemikir sendiri. “Filsafat bukanlah suatu pemujaan terhadap sesuatu yang suci, akan tetapi suatu usaha untuk memperoleh pengertian sendiri”[1]

Belajar filsafat sebagai ikhtiar menemukan pemahaman yang jernih tentang segala sesuatu (terutama perihal dirinya sendiri) merupakan makna dari filsafat sendiri. Filosophia adalah “keinginan menjadi arif”, dan kegiatan belajar tentu saja berada dalam keinginan yang sama. Seorang pembelajar seharusnya terus-menerus menegaskan pada dirinya bahwa ia bukanlah “orang-orang yang arif” (sofis) walaupun telah menemukan banyak informasi dan wawasan, pembelajar yang baik adalah yang terus menerus penasaran pada soal bagaimana menjadi arif itu. Read the rest of this entry »

Menggagas Islam Proses (Bagian 2)

Posted by: nemuriuta on: July 23, 2009

———– Sambungan dari: Menggagas Islam Proses (Bagian 1)

kabahHadits ini diinterpretasi oleh Mahmud Thaha menjadi, “Tahap awal penyebaran Risalah Pertama (Risalah berdasar ayat-ayat Madaniyah) ditujukan kepada kaum beriman (Mukminin), sementara sikap hidup pribadi Nabi sendiri menunjukkan ketundukan sejati kepada Allah (itulah Muslimin), kepatuhan yang mempunyai tahapan lebih tinggi dari sekadar keyakinan”.

Dari segitiga haykal, madkhal-markaz di atas dapat dibuat satu skema proses perwujudan diri dalam pencarian diri kemanusiaan. Seperti dikemukakan di atas bahwa proses pewujudan diri menuju satisfaction ditentukan oleh kemampuan konkresi (pertumbuhan bersama menjadi satu kesatuan baru dari banyak unsur masa lalu yang diwarisi, dan atau dari entitas aktual yang mencapai satisfaction). Muhammad adalah entitas aktual yang telah sanggup menemukan markaz dari kehidupan. Karena itu dalam proses perwujudan diri, semua entitas aktual harus menjadikan Muhammad sebagai rujukan.

Dalam syahadat terdapat dua unsur penting, pertama forma La….Illa; kedua forma haykal-madkhal-haykal. Keduanya adalah sumber petualangan untuk memecah ilusi yang mengitari kebenaran. Para sufi menjadikan forma ini sebagai cara untuk merasakan kehadiran Allah secara individual. Lewat forma La…Illa…sufi membongkar ilusi. Read the rest of this entry »

Kategori

SocialVibe


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.